You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
40 Peserta di Jaksel Ikuti Sosialisasi Kesehatan
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Kesehatan Reproduksi Disosialisasikan di Jaksel

Sebanyak 40 peserta mengikuti sosialisasi dan uji keterbacaan materi kesehatan reproduksi berdasarkan siklus hidup di aula Gedung Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan.

"Materi ini sangat penting"

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) RI tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi sesuai dengan tahapan siklus kehidupan.

Sudin PPAPP Jakut Perkuat Peran Forum Anak

Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap materi yang disampaikan dapat diteruskan kepada masyarakat secara luas.

"Kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Kemendukbangga yang telah menginisiasi kegiatan ini. Peserta juga terlihat antusias dan menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh para narasumber," ujarnya, Senin (4/6).

Rizky menjelaskan, peserta kegiatan terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) kelurahan, petugas Pelayanan Keluarga Terpadu (PKT) kecamatan, kader kesehatan kelurahan, Forum Anak, Forum Generasi Berencana (Genre), pengurus sekolah lansia, serta para peserta didik sekolah lansia.

Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

"Materi ini sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Kami berharap peserta dapat memahami materi yang diberikan, kemudian menyampaikannya kepada keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat di lingkungan masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Direktur Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga RI, Riri Mutia Ichwan menjelaskan, kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, serta proses reproduksi.

Pendekatan kesehatan reproduksi tidak hanya ditujukan kepada kelompok usia subur, tetapi harus dipahami secara komprehensif sepanjang siklus hidup, mulai dari anak usia dini, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

"Setiap tahapan kehidupan memiliki kebutuhan, risiko, dan permasalahan kesehatan reproduksi yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing," ungkapnya.

Riri menuturkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pemahaman dan praktik kesehatan reproduksi di masyarakat, diantaranya rendahnya literasi kesehatan reproduksi, masih berkembangnya mitos dan stigma, pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak direncanakan, serta terbatasnya akses terhadap informasi dan layanan yang berkualitas.

"Ada juga pendekatan edukasi yang belum terintegrasi berdasarkan siklus hidup dinilai membuat berbagai intervensi yang dilakukan belum berjalan optimal dan berkelanjutan," ucapnya.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, lanjut Riri, Kemendukbangga RI telah menyusun Buku Kesehatan Reproduksi Berdasarkan Siklus Hidup yang dapat menjadi rujukan bagi pengelola program maupun masyarakat.

"Buku ini disusun sebagai referensi untuk membantu masyarakat memahami kesehatan reproduksi sesuai dengan tahapan kehidupan masing-masing," imbuhnya.

Riri memaparkan, uji keterbacaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana isi buku dapat dipahami oleh pengguna sehingga dapat dilakukan penyempurnaan sebelum digunakan secara lebih luas.

"Kami berharap sosialisasi dan uji keterbacaan buku kesehatan reproduksi berdasarkan siklus hidup ini dapat meningkatkan pemahaman serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi pada setiap tahap kehidupan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1210 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1205 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1016 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye968 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye870 personBudhi Firmansyah Surapati